Ketersediaan lapangan kerja
sejak lama telah menjadi persoalan yang
rumit dan
belum terselesaikan, jumlah pencari kerja
yang besar
tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang tersedia.
Kondisi
tersebut akhirnya
berimplikasi
pada peningkatan
jumlah
pengangguran
setiap
tahunnya. Kondisi tersebut tentu akan menimbulkan
dampak lain yang lebih kompleks dan
berujung pada
kemiskinan.
Untuk mengurangi jumlah pengangguran yang
terus bertambah, salah satu
cara
yang bisa digunakan adalah dengan menumbuhkan semangat
wirausaha
bagi para
pencari kerja agar
mereka bisa memanfaatkan
peluang
yang ada disekitar mereka menjadi sebuah peluang
untuk mendapatkan penghasilan,
yang selanjutnya peluang
tersebut diharapkan
dapat menjadi
sarana untuk merubah kondisi menjadi lebih baik dan
sejahtera.
Salah satu peluang yang
dapat ditangkap dan dikembangkan untuk berwirausaha ialah pembuatan pupuk organik. Peluang ini cukup
bagus dan relatif mudah dikerjakan
karena menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan
ada
banyak disekitar kita
serta
rendah biaya.
Bahan baku
tersebut bisa terbuat dari kotoran hewan (kohe) maupun limbah tanaman seperti dedaunan, sekam, dan
lain sebagainya.
Produksi pupuk organik saat ini telah diinisiasi oleh sekelompok pemuda di Desa Krajan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Kelompok pemuda tersebut
mencoba
memanfaatkan peluang yang
ada
disekitar tempat tinggal sebagai solusi atas sempitnya lowongan kerja
dan kondisi ekononomi yang
memprihatinkan.
Mereka mendayagunakan limbah yang notabene kotor dan
mencemari
lingkungan serta banyak dibuang, yang selanjutnya dikonversi
menjadi produk yang memiliki
nilai
jual dan manfaat
lebih.
Hasil
produksi
pupuk organik
tersebut
dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman hortikultura, tanaman pangan, tanaman perkebunan dan tanaman hias.
Hasil kreativitas pemuda di Desa
Krajan Kecamatan Pekuncen Kabupaten
Banyumas tersebut
saat ini dipasarkan diwilayah Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes Jawa Tengah menggunakan merek dagang Bina Mulya 16(BM 16).